Rabu, 20 Oktober 2010

KLAIM TERORIS DI TANJUNGBALAI SUMUT


Semenjak maraknya kasus perampokan besar-besaran oleh komplotan bersenjata, semua orang yang dianggap mencurigakan akan segera diperiksa oleh pihak kepolisian. sekitar satu bulan yang lalu, tepatnya di kota Tanjungbalai, Sumatera Utara telah ditemukan kumpulan pemuda yang dianggap salah satu komplotan tersebut. sah saja berita itu telah diselidiki oleh Densus 88 dan menangkap orang tersebut, ironisnya orang tersebut ditembak mati di tempat kediamannya.
tapi setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata orang tersebut bukan salah satu dari komplotan bersenjata. masyarakat setempat pun dengan tegas mengorasikan kemarahan mereka pada pihak yang melakukan penembakan tersebut.
jika dilihat dari sisi yang lebih detail, perampokan yang telah terjadi selama ini adalah bukan orang yang sembarangan, karena mereka melakukan aksi tersebut dengan menggunakan senjata yang biasa dimiliki oleh TNI. Jadi sangat banyak kemungkinan tentang siapa yang melakukan aksi perampokan tersebut.
Tapi yang terjadi di Tanjungbalai dianggap juga sebagai kumpulan teroris yang bersarang di kota ini.
Nyatanya, kumpulan tersebut bukan teroris atau yang diklaim sebagai perampok bersenjata.
Mengapa aparat itu mudah saja mengklaim bahwa orang yang berada di tempat kejadian adalah seorang teroris atau perampok besar-besaran?
Begitulah yang banyak terjadi di Indonesia ini, sering kali orang dengan mudah memvonis seseorang tanpa menelusuri lebih dalam apa sebenarnya maksud dari orang yang kita vonis.



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar